Tips Memilih Make Up Agar Terlihat Flawless Untuk Pemula
Make
Up
Setiap perempuan di dunia pasti ingin terlihat
cantik, salah satu hal yang mereka lakukan untuk terlihat cantik adalah dengan
cara memakai make up. Tetapi ternyata memakai make up bisa membuat wajah
terlihat lebih kusam ,oksidasi bahkan memunculkan jerawat jika kita salah
memilih produk. Tetapi apa aja sih yang harus dilakukan agar hasil make up kita
terlihat natural , cantik, flawless dan tentunya tidak membuat kulit wajah kita
menjadi rusak?.
Nah disini aku bakal kasih tips cara memilih produk
make up yang sesuai dengan kebutuhan kulit wajah, menonjolkan kecantikan agar lebih percaya diri dan juga untuk menaikkan mood kalian. Jadi baca sampai akhir yaaaaa.
1. Memilih
make up dengan klaim non comedogenic, sehingga tidak menyebabkan komedo.
2. Memilih
make up yang tidak mengandung zat adiktif kimia berbahaya yang bisa memunculkan
jerawat.
3. Make
up terbuat dari bahan yang waterproof sehingga tidak mudah luntur.
4. Memiliki
hasil matte / dewy yang sesuai dengan jenis kulit kalian, agar tidak merusak kulit dan
kulit terlihat sehat.
5. Memilih
shade make up sesuai skintone agar kulit tidak terlihat terlalu terang dan
terlalu gelap.
6. Memilih make up yang sesuai dengan undertone kulit agar hasil make up terlihat lebih menarik,tidak membuat wajah jadi terlihat kusam dan tidak mengalami oksidasi.
Tetapi sebelum aku
merekomendasikan produk make up yang sesuai dengan kebutuhan kalian, kalian
udah tau belum nih apa itu undertone, skintone dan jenis kulit wajah kalian?.
Nah kalau belum tau, aku bakal kasih sedikit penjelasan tentang ketiga hal
tersebut, check it out.
Skintone
Skintone merupakan warna permukaan atas kulit yang dapat terlihat langsung secara kasat mata. Skin tone dapat berubah karena beberapa faktor, seperti paparan sinar matahari, penggunaan skincare, dan lain sebagainya. Rata-rata orang Indonesia memiliki skintone mulai dari putih gading, kuning langsat, sawo matang hingga deep tan.
Undertone
Undertone kulit adalah
rona warna halus yang letaknya ada di bawah permukaan kulit. Perlu diketahui
bahwa undertone kulit berbeda dengan warna atau jenis kulit. Undertone kulit
merupakan warna alami di bawah permukaan kulit. Mengenal undertone kulit akan
membuat seseorang lebih mudah dalam menentukan shade atau warna kosmetik yang
cocok, terutama pemilihan warna alas bedak.
Secara
garis besar ada 3 jenis undertone,yaitu:
1. Cool Undertone
Pembuluh darah cenderung berwarna
keunguan dan kebiruan. Warna kulit seperti ini biasanya
dimiliki orang-orang barat atau mereka yang berkulit sangat cerah.
2.
Neutral Undertone
Pembuluh darah cenderung berwarna kehijauan,
keunguan,dan kebiruan. Kulit Asia dengan tingkat kecerahan medium juga bisa
memiliki undertone ini.
3.
Warm Undertone
Pembuluh darah cenderung berwarna kehijauan. Orang –orang dengan kulit kuning langsat dan sawo matang umum memiliki undertone ini.
Jenis-Jenis Kulit
Setiap orang memiliki jenis kulit wajah
yang berbeda dan bisa berubah seiring pertambahan usia. Selain itu, jenis kulit
wajah juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti faktor genetik, penyakit
tertentu, dan faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari, debu, dan
polusi berkepanjangan. Kebiasaan tertentu juga bisa berdampak pada berubahnya
jenis kulit wajah, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Secara
umum, jenis kulit wajah terbagi menjadi 5 , yaitu :
1. Kulit Wajah Normal
Jenis kulit ini cenderung memiliki
keseimbangan antara jumlah kandungan air dan minyak, sehingga tidak terlalu kering
tapi juga tidak terlalu berminyak. Jenis kulit wajah seperti ini biasanya
jarang memiliki masalah kulit, tidak terlalu sensitif, terlihat bercahaya, dan
pori-pori pun hampir tak terlihat. Jenis kulit normal juga lebih mudah dirawat.
2. Kulit Wajah Kering
Kulit
kering cenderung mudah pecah-pecah dan mengalami keretakan pada permukaan
kulit, memiliki pori-pori kulit yang
hampir tak terlihat, permukaan luar kulit terlihat kasar dan kusam, serta kulit
kurang elastis. Jenis kulit ini juga lebih mudah memerah, gatal, bersisik, dan
meradang. Kulit kering bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, perubahan
hormon, cuaca dingin, paparan sinar matahari, mandi air panas terlalu lama,
efek samping obat-obatan, atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik,
dan pembersih.
3. Kulit Wajah Berminyak
Jenis kulit wajah berminyak cenderung licin dan mengkilap karena produksi minyak atau sebum yang berlebih. Kelebihan sebum akan menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak, pori-pori tersumbat, dan membuat kulit rentan mengalami jerawat. Tingginya produksi sebum dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, atau stres. Jenis kulit wajah berminyak cenderung memiliki pori-pori besar, terlihat berkilau namun kusam, dan biasanya disertai komedo, jerawat, serta noda hitam.
4. Kulit Wajah Sensitif
Jenis kulit sensitif umumnya sangat peka dan mudah sekali mengalami alergi atau iritasi dan ruam sebagai reaksi terhadap faktor tertentu, seperti lingkungan, makanan, atau penggunaan produk kosmetik. Kulit wajah sensitif mudah terkelupas, gatal, kering, kemerahan, dan terasa perih (breakout) ketika terjadi kontak dengan berbagai hal yang dapat memicu munculnya gejala kulit sensitif.
5.Kulit Wajah Kombinasi
Jenis kulit wajah kombinasi adalah perpaduan antara
kulit berminyak dan kulit kering. Seseorang dengan jenis kulit wajah ini
memiliki kulit berminyak di zona T, yaitu area dagu, hidung, dan dahi, serta
kulit kering di area pipi. Jenis kulit wajah ini dapat dipengaruhi oleh faktor
genetik dan peningkatan hormon selama masa pubertas.

Komentar
Posting Komentar